PELAYANAN KELAHIRAN (DISTOKIA) PADA HEWAN
PELAYANAN KELAHIRAN pada ternak sapi

PELAYANAN KELAHIRAN (DISTOKIA) PADA HEWAN

Faktor anak yang menyebabkan distokia antara lain ukuran anak terlalu besar (kawin suntik dari semen yang berbeda bangsa dengan postur tubuh yang lebih besar dari induk), lahir kembar, sungsang, kekurangan hormon serta kematian anak didalam rahim.

Gejala penyakit distokia dapat dilihat dari ambing (penghasil susu) membengkak meneteskan kolostrum, kelamin betina bengkak mengeluarkan lendir, merejan dan posisi badan membungkuk, sulit mengeluarkan anak.

Pengobatan distokia harus dikonsultasikan dan ditangani oleh dokter hewan atau tenaga medis veteriner. Mengembalikan posisi anak pada posisi normal dengan cara didorong, diputar dan ditarik.

Penarikan paksa apabila rahim lemah dan anak tidak ikut merangsang perejanan. Pemotongan fetus (fetotomi), posisi fetus yang abnormal tidak bisa diatasi dengan reposisi dan keselamatan induk yang diutamakan. Operasi cesar merupakan alternatif terakhir (biaya sangat mahal) apabila semua cara tidak berhasil dan harus ditangani dokter hewan yang kompeten.

Distokia dapat dicegah dengan cara pemberian pakan dengan nutrisi yang baik selam kebuntingan, menggunakan semen penjantan yang seuai dengan bangsa sapi induk. (uka)

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PELAYANAN KELAHIRAN (DISTOKIA)

1.Peternak melaporkan ternak yang mengalami distokia

2. PetugasMempersiapkan peralatan

3.Membantu proses melahirkan pada ternak

4.Membersihkan diri dan peralatan

5.Melakukan pencatatan pada kartu pelayanan

6.Melaporkan hasil Kegiatan Kelahiran ke Kepala UPT

- Pelayanan ini GRATIS

Share Pelayanan

Komentar Pelayanan