"AHOK" DARI DHARMASRAYA LAHIRKAN ANAK BETINA KEMBAR TIGA

"AHOK" DARI DHARMASRAYA LAHIRKAN ANAK BETINA KEMBAR TIGA
"AHOK" Anak Jawi Kembar Tiga
"AHOK" DARI DHARMASRAYA LAHIRKAN ANAK BETINA KEMBAR TIGA DHARMASRAYA, Distan Media Center - Pak Saino dari Sungai Atang nagari Batu Rijal Kecamatan Padang Laweh tersenyum sumringah, seekor sapi jenis simental miliknya yang diberi nama Ahok tanpa diduga melahirkan anak (pedet) kembar tiga hasil Program UPSUS Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) tahun 2017 melalui Inseminasi Buatan (IB) yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya Propinsi Sumatera Barat pada tanggal 26 Mei 2017 lalu, dengan inseminator Desrial petugas Puskeswan Timpeh. Dengan ID 61337 , kelahiran anak sapi kembar tiga ini merupakan kelahiran kedua oleh indukan yang berumur 4,5 tahun ini. Bapak atau Pejantan kembar yang terbilang langka tersebut adalah jenis Eldiraya yang berasal dari BIB Tuah Sakato Payakumbuh. Proses kelahiran yang terjadi sekitar pukul 20.00 WIB (14/2) dibantu oleh tenaga Paramedis Sri Sulastri dan pengurus kelompok tani Harmonis yang bernama Sunarto berlangsung cukup dramatis. Bagaimana tidak, anak sapi dengan kelamin betina ini terlahir sunsang dengan posisi kaki lebih dahulu keluar. Akhirnya proses persalinan yang diperkirakan minggu pertama Maret 2018 tapi lahir lebih cepat ini, berakhir dengan selamat dan kondisi pedet yang dilahirkan sehat. Nana, Nani dan Nina, begitu nama yang diberikan oleh pemiliknya pada ketiga pedet betina tersebut yang terbilang cukup langka dan probabilitasnya sangat kecil secara teoritis. "Lazimnya seekor indukan hanya melahirkan satu ekor anakan baik melalui IB maupun Intensifikasi Kawin Alami (INKA). Kemungkinan lahir anakan kembar hanya 20% saja dan kembar tiga sangat jarang terjadi, namun kemungkinannya tetap ada" tandas Drh. Reni Reflesia diruang kerjanya, Kamis (15/2). Selanjutnya Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan ini menambahkan bahwa target akseptor IB tahun 2018 sebanyak 9.750 ekor dan tidak dipungut bayaran (gratis). Program pendukung Swasembada Daging Nasional yang ditenggat tahun 2026 ini, Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya ditunjang oleh 4 orang tenaga medis dan 31 orang paramedis yang tersebar di 5 unit Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) serta 11 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang berjumlah 72 orang penyuluh pertanian. "Mudah-mudahan dengan lahirnya anakan sapi Simental kembar tiga ini merupakan pertanda baik bahwa program UPSUS SIWAB berjalan lebih sukses kedepannya. Sebagai salah satu sentra peternakan sapi di Sumatera Barat, Dharmasraya punya komitmen yang kuat mengembangkan sumber pangan hewani ini, baik melalui pola pemeliharaan intensif (kandang) maupun diintegrasikan dengan perkebunan kelapa sawit" tandas Darisman, S,Si, MM selaku Kepala Dinas Pertanian seraya mengajak semua petani untuk mengembangkan usaha peternakan sapi secara profesional dan berorientasi bisnis sehingga kesejahteraan petani semakin meningkat. #banggajadipetani

Share Berita

Komentar Berita