DHARMASRAYA SIAP JADI LUMBUNG PADI DAN JAGUNG

DHARMASRAYA SIAP JADI LUMBUNG PADI DAN JAGUNG
Pertemuan dengan insan tani

Sukseskan Swasembada Pangan Nasional

DHARMASRAYA SIAP JADI LUMBUNG PADI DAN JAGUNG

Pulau Punjung - Tekad dan komitmen ini disampaikan oleh Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan , SE dihadapan 700 an pasang mata dalam Acara Sosialisasi Budidaya Padi Gogo dan Kemitraan pemasaran jagung dengan Asosiasi Perunggasan Indonesia di Ruang Auditorium Kantor Bupati Dharmasraya (12/8). Rasanya "klop sekali" dengan sasaran, tempat dan waktu yang sangat jarang ditemui dimana peserta yang hadir meliputi semua elemen yang terlibat langsung dilapangan, seperti petani, camat, walinagari, jajaran Dinas Pertanian, OPD terkait serta pejabat teras Rumah Bagonjong lainnya. Tidaklah berlebihan rasanya, mimpi masyarakat dan Pemerintah Daerah ini dapat diwujudkan karena besarnya dukungan potensi yang miliki baik Sumberdaya Alam dan Sumberdaya Manusia pertanian yang dipunyai oleh Kabupaten Dharmasraya yang terkenal dengan Irigasi Batang Hari nya.

Untuk pengembangan jagung, tahun 2016 lalu pernah ditantang oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman seluas 5.000 hektar , tapi Bupati Termuda ini tak ingin gegabah mengingat komoditi jagung yang ditanam oleh petani masih sangat terbatas luasannya dan pemasarannya kurang terjamin. Dengan adanya rehabilitasi dan pengeringan Irigasi Batang Hari yang diperkirakan selesai bulan November ini , diharapkan jadi momentum yang tepat untuk penanaman jagung dan padi gogo sebagai alternatif komoditi, bahkan tidak tertutup kemungkinan akan tercipta pola tanam baru walaupun air irigasi tersedia. " Jika komoditi jagung dan padi gogo ini menguntungkan, kenapa tidak akan terus kita kembangkan. Bisa jadi lahan- lahan kosong dan areal perkebunan dintegrasikan dengan tanaman jagung dan padi gogo. Diharapkan kedepan, petani tidak hanya bergantung pada komoditi karet dan kelapa sawit yang harganya fluktuatif tetapi juga tanaman pangan lainnya sehingga masyarakat sejahtera dan anak-anak dapat pendidikan yang layak" imbuh Bupati yang menggratiskan pendidikan sampai SLTP ini.

Pada Acara yang bertemakan " Mewujudkan Sumberdaya Pertanian menuju Dharmasraya Maju, Mandiri dan Berbudaya ini, Bupati Dharmasraya juga menyerahkan secara simbolis bantuan alat dan mesin pertanian kepada kelompok tani dan gapoktan berupa Traktor, Handtraktor Roda 2, Rice Transplanter ( alat tanam) dan pompa air. Seyogyanya acara ini juga akan dihadiri oleh H. Alex Indra Lukman, SH anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan yang dikenal getol dalam mendistribusikan bantuan alsintan dan peduli dengan Pertanian Dharmasraya, mendadak ada kegiatan yang tidak dapat ditinggalkan.

Selanjutnya, dihadapan calon penerima bantuan bibit jagung dan inhibrida padi gogo atau dikenal dengan Inpago tahun 2017 ini, tampil narasumber Syahrul Zein peneliti dari BPTP Sumatera Barat dengan presentasinya Budidaya Padi Gogo dan A. Pratama dari Asosiasi Perunggasan Indonesia cabang Sumatera Barat. Menarik informasi yang disampaikan oleh BPTP Sumatera Barat, konon tahun 1970-an bersamaan dengan program transmigrasi, Sitiung (waktu itu masih tergabung dalam Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung, red), merupakan daerah pengembangan padi gogo terbesar di Sumatera Barat. Artinya secara historis, Kabupaten Dharmasraya cocok untuk pengembangan komoditas lahan kering ini , ujar peneliti senior yang akrab di panggil "pak U" ini.

Dalam mensukseskan pengembangan komoditi padi dan jagung ini terutama pasca pengeringan Irigasi Batang Hari sejak awal Juni lalu, Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya yang dikomandoi oleh Darisman, S.Si, MM ini memberikan bantuan bibit jagung seluas 2.000 hektar dan padi gogo varietas Inpago 1.278 hektar, termasuk alat dan mesin pertanian yang jumlahnya meningkat 3 kali lipat dibanding tahun 2016 lalu. Disisi lain Kepala Dinas ini menyampaikan rasa salut dan bangga atas antusiasme petani, walinagari, jajaran Distan dan pemerhati pertanian lainnya mengikuti agenda ini ditengah cuaca hujan yang terus mengguyur daerah ini." Mudah-mudahan dengan tingginya antusiasme untuk mengikuti acara ini, menjadi awal yang positif dalam mensukseskan pengembangan jagung dan padi gogo di Kabupaten Dharmasraya kedepan" tandas Kepala Dinas yang hobby "blusukan" ke lapangan di hari libur ini.

Mudah-mudahan impian " Padi masak, jagung maupiah, coklat maambiak, gatah mambangkik, sawit panen pulo, taranak bakambang biak, anak-anak basikolah kasadonyo" dapat terwujud di Ranah Cati Nan Tigo ini.

PETANI SEJAHTERA DHARMASRAYA JAYA

Share Berita

Komentar Berita